MENJADIKAN BUNGA SEBAGAI KOMODITAS ANDALAN

Menjadikan Bunga Sebagai Komoditas Andalan
Di bawah kepemimpinan Walikota Jefferson S.M. ‘Epe’ Rumajar, Kota Tomohon terus membenahi dirinya. Berbagai ide brilian dan inovasi Epe’ terus bergulir sebagai komitmennya untuk membangun social-welfare masyarakat seiring dengan tekad mewujudkan visi Tomohon sebagai kota budaya yang indah, beriman, mapalus, demokratis, aman dan ramah lingkungan serta tanpa KKN.
Secara strategis dan taktis, untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat, Epe’ menangkap peluang di sektor florikultura sebagai prime mover roda ekonomi tersebut.
Hal ini tentu didasari pada budaya menanam bunga yang telah mendarahdaging di sebagian masyarakat Kota Tomohon, selain karena kondisi agroklimat yang menunjang, bahkan ketersediaan plasma nutfah yang menjamin terus eksistensi tanaman hias. Bahkan permintaan pasar yang meluas dan nilai ekonomi tinggi yang diperoleh di sektor florikultura merupakan garansi yang realistis.
Gayungpun bersambut. Secara antusias masyarakat merespons komitmen Jefferson S.M. Rumajar. Ini dibuktikan dengan semakin maraknya gerakan menanam bunga dan berbisnis tanaman hias. Mulai dari halaman rumah, ruang tamu, halaman kantor, ruangan kantor, pokoknya apa saja space yang tersedia untuk berkreasi dengan bunga hidup, dimanfaatkan sebaik-baiknya. Berbagai kelompok organisasi mulai dari Dharma Wanita, PKK, Kelompok Tani, Kelompok Pemuda dan Pelajar, secara antusias akrab dengan bunga. Pokoknya tiada hari tanpa bunga.
Keberhasilan penyelenggaraan Festival Bunga (Tournament of Flowers-ToF) tahun 2006 dan 2007 memberikan motivasi dan inspirasi untuk lebih memberi nilai tambah event ini dikaitkan dengan Program Pengembangan Pariwisata Sulawesi Utara. Walikota Jeffferson S.M. Rumajar dalam berbagai kesempatan mensosialisasikan hal ini sebagai suatu Grand Strategi menuju Tomohon Flower Festival 2008 (TFF 2008). Bahkan ToF dalam TFF 2008 merupakan bagian dari 12 agenda yang disiapkan.
Secara keseluruhan rangkaian kegiatan TFF 2008 yang akan digelar medio 2008 meliputi: Tournament of Flowers, Seminar Florikultura Nasional, Pameran Bursa dan Lomba Tanaman Hias, Kontes Ratu Bunga, Pameran dan Lomba Fotografi, Pasar Bunga/Bursa Bunga, Food Festival, Pagelaran Seni Budaya dan Festival Musik, Kontes Desa Indah, Demo dan Lomba Merangkai Bunga, Fashion Show, dan Kontes Paduan Suara antar Gereja..
“Dengan sendirinya diharapkan ada multiplier effect dalam TFF 2008. Yaitu adanya efek ikutan yaitu pelaku di sektor industri, efek tak langsung khususnya di jasa travel, transportasi, hotel, restoran, dan sebagainya, dan efek langsung di sektor pertanian dan pariwisata. Bahkan pada gilirannya ini semua merupakan elemen pendukung program World Ocean Conference 2009,” ungkap Walikota Rumajar di berbagai kesempatan melakukan sosialisasi dan presentasi TFF 2008.
Bahkan Ketua Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) Karen Sjarief-Tambajong memberikan jaminan bahwa bunga dapat dijadikan devisa untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. “ Di berbagai negara seperti Belanda, bahkan negara-negara di Afrika dan Amerika Latin, bunga sudah menjadi bagian hidup masyarakat di sana.” tutur Karen Sjarief-Tambajong. Karena itu “tante” Karen optimis bahwa tekad Pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon untuk menjadikan bunga sebagai prime mover gerak ekonomi di kota ini merupakan hal yang realistis.
Di sisi lain, menyiapkan segala sesuatu untuk penyelenggaraaan TFF 2008 terus digulirkan. Melalui Dinas Pertabunakan kota Tomohon dibentuk kelompok tani yang berkutat di sektor tanaman hias. Saat ini sudah terbentuk 62 kelompok, dan angka ini akan terus bertambah seiring dengan berbagai kebijakan dan apresiasi yang diberikan Pemerintah Kota Tomohon terhadap kelompok-kelompok ini.. Dengan luas tanam 64,43 Ha, kelompok tani ini menanam berbagai tanaman hias seperti gladiol, krisan, anyelir, kerklily, anthurium, amarilis, rosida, anggrek, aster, mawar dengan total produksi sebanyak 5.041.588 tangkai. Ditargetkan, untuk memenuhi permintaan pasar dan penyelenggaraan ToF 2008 maka harus ada peningkatan produksi yang signifikan, yaitu 10.000.000 tangkai.
Upaya memacu produksi 10.000.000 kuntum bunga dipersiapkan sejak dini. Selain membentuk kelompok tani dan berbagai asosiasi, juga dibangun sarana pengembangan teknologi produksi bibit, penyediaan bantuan teknis, membuat kebun percontohan, melakukan pelatihan dan magang florikultura, termasuk pelatihan mendisain kendaraan hias.
Segala kiat terus ditempuh. Termasuk terobosan dengan mengikutsertakan 40 petani bunga mengikuti training of trainers (ToT) di Nursery Floribunda Cibodas Jawa Barat akhir April lalu. Bahkan ketika ToT dilangsungkan, Departemen Perdagangan siap memfasilitasi dan men-support pengembangan industri bunga di Kota Tomohon. “Departemen Perdagangan mendukung program ini termasuk hal-hal yang berkaitan dengan ekspor bunga,” ujar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan, Diah Mulida. Demikian juga Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) yang mendukung sepenuhnya langkah-langkah Pemkot Tomohon mewujudkan Tomohon sebagai sentra industri florikultura dan eksportir bunga khususnya di Kawasan Timur Indonesia.
“Kalender kegiatan TFF 2008 sudah ada. Kesemuanya tentu diharapkan berjalan sesuai rencana. Termasuk di dalamnya penyiapan sarana dan prasarana. Saya optimis ini akan berjalan baik, karena Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Masyarakat mendukung penuh. Presiden, para Menteri, Gubernur se-Indonesia, muspida se-Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulut, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara, pelaku bisnis, juga masyarakat umum adalah target pengunjung dalam perhelatan itu tahun depan,” ujar Walikota Jefferson S.M. Rumajar (wenny m. umboh – bagian humas sekdakot tomohon/email: wen-mu@plasa.com/wennym-umboh@hotmail.

Kakaskasen Bakal Jadi Pasar Bunga
Tomohon- Pemerintah Kota Tomohon akan membangun pasar bunga di Kelurahan Kakaskasen Kecamatan Tomohon Utara. pasar bunga ini nantinya diharapkan menjadi sentra penjualan bunga di Sulawesi Utara. menurut Kabag Humas dan protokoler Setdakot Tomohon ODS Mandagi. saat ini pihaknya telah menyiapkan lahan sekitar 2 Ha untuk dijadikan lokasi penjualan pasar bunga. “Untuk pembangunan pasar bunga kita butuh lahan seluas 2 Ha. Dalam RKPD 2008, pasar bunga ini akan dibangun di Kelurahan Kakaskasen. Pasar Bunga yang akan dibangun adalah representatif dimana semua fasilitas akan disiapkan oleh pemerintah,” tegas Mandagi.

Pembangunan pasar bunga ini, lanjut mantan Camat Tomohon Utara ini, merupakan bagian dari persiapan Kota Tomohon sebagai Gerbang Eksportir Bunga di Indonesia. ” Kita hanya menyiapkan lahan untuk pembangunan pasar bunga selanjutnya pembiayaan proyek ini akan didanai oleh pemerintah pusat lewat APBN. Dan usulan itu telah mendapatkan signal positif dari beberapa Departemen yang dimaksud. Dijelaskan, tujuan pengembangan sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman hias menjadi prioritas Pemkot karena sektor ini menjadi prime mover perekonomian masyarakat.

“Visi Pak Walikota adalah lewat Bunga, perekonomian masyaraat dapat terangkat. Sebab dari kajian beberapa lembaga yang konsen dengan UKM, ternyata usaha florikultura lebih menjanjikan dibanding sektor lainnya,” urai alumnus STPDN ini. Pada sisi lain, Bunga merupakan crash program Pemkot karena dianggap murah merah namun memberikan jaminan keuntungan yang prospektif. (ona/Tribun Sulut).

Leave a Reply